This post is written in Indonesian
Tulisan ini ditulis dalam bahasa Indonesia
この投稿はインドネシア語で書かれた。
--
Kalo kamu termasuk pembaca blog-ku dari awal-awal aku bikin blog, maka kamu pasti tidak asing dengan seseorang yang aku sebut-sebut sebagai 'Cimut' !
Cimut, bukan nama sebenarnya, dan bukan merupakan nama yang terinspirasi dari tokoh di majalah Bobo, adalah seorang gadis yang sempat aku sukai ['gilai' mungkin lebih tepat. lol] selama satu seperempat tahun dimulai dari semester 2 kelas dua es-em-a hingga sebelum akhir kelas tiga es-em-a.
secara sikap dan sifat--sejauh yang aku kenal, dia itu baik sekali, ramah, kritis, kalem, dan ramah, dan ramah.
secara penampilan cantik nan imut, memiliki tubuh yang bagus--meski dia berpakaian tertutup [kok tau kalo bagus? haha], berkacamata, dan relevan dengan minatku. haha
Dia adalah juniorku ketika SMA. Termasuk siswa yang aktif di berbagai kegiatan dan sejauh yang aku tahu--cukup cerdas. Kali pertama melihatnya dengan jelas dan mulai [sangat] tertarik, adalah ketika pelantikan peleton inti [mungkin paskib ya kalau di daerah lain]. Dia berdiri di barisan junior yang baru saja dilantik.
Seingatku dia pandai sekali menari. Ketika tes wawancara menjadi salah satu pengurus harian peleton inti, aku nonton tes-nya dan dia menunjukkan bakat menari tradisionalnya yang oh wow wow wooow aku terpukau dan ZOMGWTFBBQ. Mungkin kalian bisa membaca tulisan lamaku yang sangat ababil, galau, gila, dan nggak jelas. Bukan berarti tulisanku sekarang tidak memiliki kadar ke-geje-an yang lebih sedikit daripada yang dulu.
Semenjak itu, banyak sekali tulisanku yang memuat kisah tentangnya. Saya itu pada dasarnya pemalu, meski pasti banyak orang yang mengenalku yang protes dengan pernyataan ini. Kemaluanku, tunggu, eh kayaknya ini istilahnya salah ya? Kuganti deh, 'Sifat pemalu'-ku itu sejak dulu membuatku menjadi orang yang tidak agresif. Tidak seperti lelaki mainstream yang ketika menyukai seseorang dan tertarik untuk well--'pacaran' dengan orang tersebut--mereka aktif--entah bentuknya seperti apa--mendekati sang orang yang disukai; aku itu nggak bisa kayak gitu. Kaku banget dan pasti grogi. Dan sepertinya emang nggak nyaman melakukan seperti itu. Sepertinya aku termasuk orang yang lebih menyukai memiliki pasangan melalui hubungan pertemanan yang dalem dan deket terlebih dulu daripada yang semacam itu.
Walhasil, aku cuma menggila diam2 dan ketawaketiwi sendiri, grogi sendiri, dan menuangkannya di blog ini--oh dan berbagai hasil karyaku yang dipertunjukkan di papan2 pengumuman es-em-a ku sebagai publikasi tersebut banyak memuat gambar kartun si cimut. hahaha. Bahkan aku pernah menggambarnya--digital paint sederhana--dan posting gambar itu di profil friendster [oh so retro]-nya dia! hahahaa!
Saya nggak heran kalau Cimut sebenarnya sudah tahu kalau aku ngefans sama dia, apalagi sahabatnya juga tahu soal itu. Hahahaha. Dan aku juga nggak heran kalau Cimut menganggapku sebagai senior yang super weirdo.
I was a real weirdo and proud of it. [not to mention that I'm STILL weird until now]
It was a real good time back then.
Aku berhenti Cimut-cimut-an kalo gak salah ketika akhir2 es-em-a. Agak lupa alesannya, ingetnya ya cuma berhenti gitu aja. Mungkin postingan blog lamaku memuat alasannya. Ntar kubaca deh.
Beberapa hari yang lalu aku melihat foto profpic fb si Cimut berubah : gambar dia sedang gandengan dengan seorang pemuda. Pacarnya kah?
Kemudian hari ini aku melihat fotonya berubah lagi : jajaran foto-foto dia bersama si pemuda itu, seolah-olah mereka adalah sepasang kekasih.
Sepertinya iya jika menilik status terakhirnya. Hihihi.
Aku geli ngliatnya dan senyum-senyum sendiri. Teringat diriku beberapa tahun lalu yang menggilainya. Benar-benar menggilainya sampai-sampai lagu yang muncul di playlist mp3 playerku yang kushuffle adalah pembenaran dari kegilaanku. hahaha
Kalo dibilang cemburu sih nggak, tapi kalo dibilang si Cimut masih menarik--kalo dipikir2 ya emang masih menarik lho. Kalo mau, mungkin aku bisa tergila-gila lagi sama dia. Hahaha. Tapi buat apa toh nggak penting.
[biasanya ada yang nggak setuju, protes, nggak percaya dengan paragraf yang barusan kutulis ini]
Senyumnya itu tak terlupakan.
[siapa sih yang bilang kalo 'senyuman itu mungkin hanya beberapa detik, tapi memorinya bisa bertahan seumur hidup']
Tapi aku pengen ketemu langsung lagi deh sama orangnya. Hihihih. Pasti asik.
Nostalgia itu belum tentu berarti menginginkan masa itu kembali lagi, belum tentu berarti ingin mengubah apa yang terjadi di masa lalu sehingga di masa depan menjadi sesuai dengan apa yang kita inginkan, tetapi buatku nostalgia itu adalah merasakan kembali perasaan yang terjadi di masa itu. Itu aja.
End of Spare Time
2 comments:
satu kata. unyu.
hihihihihihi.. jaman2 dulu itu ya, aku masih inget, dulu kamu berhenti bercimut2 ria gara2 apa.. xD
She's such a cuuute girl yah.. ^^.
Saya aja gemes liatnya, hehe
Post a Comment